Entri Populer

Senin, 24 Januari 2011

Diet Sehat Ala Food Combining

Awalnya saya tertarik dengan sebuah buku yang lumayan tebal. Nggak tau kenapa tiba-tiba saya begitu ingin membelinya. Kebetulan saat itu ada diskon buku di Gramedia. kalo ditimbang-timbang memang cukup mahal harganya seberat buku itu sendiri. Tapi kalo dipikir lagi..sekali-kali bolehlah memanjakan keinginan diri. Yang tentunya keinginan positif. Sesekali melepas penat, siapa tau bisa benar-benar mengendorkan otak ini. Dengan hasil pemikiran panjang akhirnya buku berjudul" Food Combining" karya Kathryn Marsden saya beli juga.
Sampai di rumah tak sabar aku membuka-buka isi buku itu. Seperti arena lomba membaca, beramai-ramai saya dan anak-anak membuka lembar demi lembar buku- buku yang baru kami beli.
Dan ternyata isinya sangat bagus sekali kalo menurut saya.

BAB. 1

Food Cobimbining "Sehat, Murah dan Gampang

Food Combining merupakan salah satu cara diet yang paling menarik. Bagaimana tidak disaat semua orang berjuang mati-matian menurunkan berat badan dengan segala cara yang sangat rumit dan ekstra ketat, justru dalam food combining ini kita bisa tetap makan enak dan kenyang tapi sekaligus bisa menurunkan berat badan.Cerita ini juga merupakan pengalaman dari sang penulis yang terpaksa menemani suaminya selama sakit dan dia juga bisa menurunkan berat badannya dengan mudah.

Salah satu fungsi food combining adalah memudahkan pencernaan. Kombinasi makanan yang tidak serasi akan memboroskan enzim. Pemborosan enzim=pemborosan energi. Food combining tidak menganjurkan kombinasi makanan tinggi protein dan karbohidrat jadi satu(misalnya nasi dan ayam goreng), sebenarnya hanya untuk menghindari adanya dua unsur yang sama-sama dominan dalam jumlah besar sekaligus berada dalam pencernaan.


Mengapa memilih Food Combining?

Food Combining dapat digambarkan sebagai salah satu dari beberapa program diet yang paling berhasil sepanjang masa, beberapa mungkin mengatakan yang paling berhasil. Food Combining mengacu pada gagasan sederhana bahwa beberapa makanan seperti keju, telur, daging, ikan, dan kedelai tidak bercampur baik dengan kentang, nasi, pasta, roti, sereal.Jika pernah mendengar sistem ini sebelumnya mungkin anda akan mengaitkannya dengan diet Hay.Anda mungkin menolak karena kedengarannya sulit diikuti. Gaya diet dr.Hay dianggap sedikit kaku dan tidak sesuai dengan pola hidup modern kita.
Semakin kita menggali, semakin kita sadar bahwa Food Combining benar-benar bukan setumpuk aturan gila yang sudah dituduhkan. Sistem ini didukung oleh banyak ilmu pengetahuan yang masuk akal dan segudang akal sehat. Seseorang yang sudah berjuang dengan masalah berat badan selama bertahun-tahun, atau mereka yang merasa kurang sehat beberapa lama, barangkali merasa bahwa mereka tidak lagi mampu menerapkan sebuah program diet yang menyita terlalu banyak waktu dan upaya. Seluruh paket itu perlu benar-benar jelas, dapat diterapkan, bebas stres dan yang terpenting, TIDAK RUMIT.
Di Singapura, seorang istri duta besar mengatakan telah memulai Food Combining, semua orang mengatakan dia "sedikit gila".Namun ketika melihat betapa kesehatannya jauh meningkat, semua orang mengikuti jejaknya.


Manfaat Food Combining :

  • Untuk mengobati semua jenis gangguan pencernaan, mengurangi perut kembung, dan usus yang terlalu peka.
  • Untuk mengatasi berbagai jenis alergi makanan dan meningkatkan daya tahan terhadap hay fever.
  • Merupakan salah satu program diet terbaik untuk memperbaiki tingkat-tingkat energi.
  • Karena Food Combining menopang dan menyehatkan tubuh, ia membantu mendukung tubuh dari efek-efek merusak akibat stres.
Dan secara mengejutkan, Food Combining mungkin telah membuktikan dirinya sebagai pemenang dalam lomba penurunan berat badan, membantu meraih penurunan berat badan secara tetap tanpa harus menghitung setiap kilojoule atau kalori, dan ternyata berhasil saat begitu banyak program penurunan berat badan lain gagal.

Dasar-dasar Food Combining :

Satu minggu sebelum mengambil langkah-langkah dalam program ini, ada baiknya kita mengurangi beberapa produk berikut ini :
-Alkohol
-Aneka produk daging merah
-garam
-Gula
-Keju yang terbuat dari susu sapi
-Kopi
-Makanan-makanan manis
-Minuman bersoda
-Pemanis buatan dan makanan-makanan yang mengandung pemanis buatan
-Pengoles dari margarin
-Roti dan produk lain yang berbahan dasar gandum seperti pastri, kue, biskuit, dan sereal
-Susu sapi
-Teh

Kurangi asupan teh sampai 2 gelas sehari atau secara bertahap usahakan agar benar-benar berhenti minum kopi ketika akhir minggu tiba. Dan setiap kali tidak minum kopi, ganti dengan secangkir teh herbal, teh buah-buahan, atau segelas apel/jus wortel, ataupun segelas air putih. Dan kalo benar-benar belum bisa menahan diri batasi dengan satu cangkir kopi dan satu cangkir teh setiap hari.

Hanya ada dua aturan Yang Perlu kita Perhatikan :

ATURAN PERTAMA
makan buah-buahan saat perut kosong.
ATURAN KEDUA
Jangan mencampur protein terkonsentrasi dengan pati terkonsentrasi dalam satu waktu makan.

Banyak cara untuk menyisipkan lebih banyak buah-buahan ke dalam diet Food Combining
  • Minum segelas jus buah pada pagi hari sesaat setelah bangun tidur kemudian makan pagi setelah mandi dan berpakaian.
  • Makan dua atau tiga buah-buahan segar sebagai sarapan ringan sekali atau dua kali dalam seminggu
  • Makan sebutir apel, atau pir, atau beberapa buah pisang sebagai kudapan pagi menjelang siang sebagai ganti kopi dan biskuit
  • Menikmati segelas jus buah segar sebagai ganti teh
  • Menikmati buah-buahan segar bukan sebagai pencuci mulut tapi sebagai makanan pembuka.

Cobalah beri jeda kira-kira 15 menit antara buah sebagai pembuka dengan menu utama.

Ingat

Anda boleh makan buah atau minum jus pada saat:
-pagi hari setelah bangun tidur
-diantara waktu makan
-sebagai makanan pembuka atau penggugah selera

Tetapi jangan makan buah atau minum jus:
-dengan makanan -makanan lain
-di tengah waktu makan
-sebagai makanan pencuci mulut

Jangan Mencampurkan protein dan pati dalam satu waktu makan

Pada awalnya hal ini akan sulit rasanya, Mencampur nasi dengan ikan, Roti dengan keju, Burger dengan kentang goreng atau daging.
Kita tidak perlu menghindari kombinasi-kombinasi yang sudah umum untuk selamanya. Jika kita memang ingin kita bisa tetap menikmatinya satu atau dua kali dalam seminggu.Itu berarti program Food Combining sangat fleksibel.Tentu saja kita akan merasa kesulitan menerapkan program Food Combining kala kita makan bersama teman, kolega atau rekan bisnis kita. Untuk sementara kita menerapkan Food Combining saat kita berada di rumah.

Mulailah perlahan-lahan

Untuk memulai kita bisa menerapkan program ini hanya untuk satu kali makan,selama satu hari setiap minggu.Kita bisa memilih waktunya,makan siang hari Rabu, makan malam hari Kamis, atau sarapan hari Minggu.Apapun yang sesuai dengan kita.
Kemudin, kita tingkatkan dengan menerapkan hanya pada satu waktu makan saja(makan siang atau makan malam) selama dua hari setiap minggu, kemudian makan siang atau makan malam selama tiga hari, lalu empat hari, kemudian lima hari seminggu atau dua kali dari tiga kali waktu makan sehari.

Untuk menerapkan food combining secara sukses, hanya ada dua hal yang perlu kita ingat :
  • Makan buah-buahan tanpa makanan lain,sebelum atau diantara waktu-waktu makan.
  • Jangan mencampur protein terkonsentrasi dan berkualitas tinggi dengan makanan yang banyak mengandung pati dalam satu waktu makan.
BAB. 2

 Pada awalnya memang terasa sulit dan menakutkan, tapi kenyataannya sangat sederhana.

Jadi, Mengapa Protein Tidak Dapat Dikombinasikan dengan Pati ?
Aturan Food Combining mengatakan bahwa protein tidak dapat dicerna dengan baik jika dikombinasikan dengan makanan yang mengandung pati. Begitu pula sebaliknya .Makanan berprotein membutuhkan perut yang asam, sementara karbohidrat sebaliknya.
contoh yang paling sederhana adalah :
  • Protein dapat dikombinasikan dengan sayuran atau salad yang serbabisa.
  • Pati dapat dikombinasikan dengan salad atau sayuran yang serbabisa.

RagamProtein dan Pati

contoh Protein yang paling umum dijumpai adalah : daging merah, daging unggas, telur, keju, dan kedelai. Sedangkan contoh Pati  misalnya : gandum, havermot, nasi, gandum rye, couscous, pasta, roti, roti manis, kue kering, keik, biskuit, dan pastri. Lainnya adalah kentang, ubi jalar, jagung baik itu bonggol ataupun pipil.
Yang menjadi acuan dalam food combining adalah seberapa banyak karbohidrat atau protein yang terkandung dalam 100 gr makanan itu sendiri. Misalnya: Setiap makanan yang mengandung 10 gr protein atau lebih dalam sebuah makanan dikatakan sebagai kelompok protein. Deimikian juga makanan yang mengandung 10 gr karbohidrat dalam sebuah makanan dikatakan sebagai kelompok pati.
Untuk tujuan Food combining setiap makanan yang mengandung kurang dari 10% protein atau karbohidrat kecil kemungkinan menganggu pencernaan. 

Berikut ini contoh makanan yang mengandung Pati dalam food combining :
  • Nasi merah yang sudah dimasak mengandung sekitar 30 gr pati, tetapi hanya beberapa gr protein. Jadi jelas nasi merah harus dikelompokkan sebagai pati.
  • Roti tawar berwarna coklat adalah makanan yang paling banyak mengandung pati, sekitar 40 gr pati dan hanya 8 gr protein.
  • Spageti mengandung kira-kira 2 gr karbohidrat dan 4 gr protein
  • Kentang jelas mengandung 15-17 gr pati jika direbus, dan 30 gr jika dimakan dengan kulitnya.
Contoh Protein dalam food combining :
  • Hampir semua keju padat mengandung sedikitnya 25 gr protein untuk setiap 100 gr, tetapi hanya sedikit pati.
  • Telur mengandung 12 gr protein.
  • Ikan mengandung sekitar 15-20 gr protein dan tidak mengandung pati.
  • Daging domba muda mengandung sekitar 20 gr protein dan tanpa pati sama sekali.
  • Steik tanpa lemak dan kalkun panggang memiliki kira-kira 28 gr protein dan tidak mengandung pati sama sekali. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar